Jum'at, 17 Mei 2024

Follow us:

infobrand

infobrand

Dinilai Saling Menguntungkan, Kolaborasi Fintech dan Perbankan Bakal Berkembang

Posted by: 20-11-2019 14:20 WIB 2724 viewer

Dinilai Saling Menguntungkan, Kolaborasi Fintech dan Perbankan Bakal Berkembang
Ilustrasi fintech dan perbankan

JAKARTA, INFOBRAND.ID – Tren kolaborasi antara pelaku fintech dan perbankan dinilai akan semakin berkembang karena saling menguntungkan. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Kredivo, Umang Rustagi dalam keterangan resminya, Rabu (20/11).

Menurut Umang, kolaborasi keduanya dapat menciptakan iklim sektor keuangan Indonesia yang kondusif. “Dengan kolaborasi yang terjain, baik fintech dan perbankan dapat lebih memperkuat dan memaksimalkan perannya dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat,” terang Umang.

Dia menyampaikan, para pelaku fintech yang ingin menjalin kerjasama dengan perbankan mungkin akan menghadapi berbagai tantangan. Dimana kredibilitas fintech menjadi faktor pertama dalam proses integrase dengan perbankan.

Fintech yang mampu mengelola manajemen risiko dengan baik tentu akan meminimalisasi indeks kredit macet, sehingga akan memberikan nilai tambah bagi performa bisnis perbankan. Namun belakangan ini, berbagai fintech di dunia berhasil melalui tantangan dan mampu berkolaborasi dengan perbankan.

“Semakin banyaknya kolaborasi yang terjalin antara perbankan konvensional dengan fintech, dapat menjadi sinyal positif bahwa melalui kolaborasi tersebut, kedua belah pihak dapat saling melebarkan eksistensinya di sektor keuangan, tentunya dengan pendekatan konsumen berbasis digital,” jelasnya.

Laporan E-Conomy SEA 2019

Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google dan Temasek pada akhir 2019 menyebut bahwa di Indonesia masih terdapat 92 juta jiwa penduduk dewasa yang belum tersentuh layanan finansial atau perbankan.

Jumlah tersebut lebih dari separuh total penduduk dewasa Indonesia yang mencapai 182 juta jiwa. Dalam kondisi tersebut, kehadiran financial technology (fintech) yang semakin menjamur di Indonesia saat ini nampaknya menjadi angin segar dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, mengingat peranannya dalam memberikan kemudahan akses keuangan lewat pemanfaatan teknologi.

Bahkan, eksistensi fintech saat ini mampu turut menggerakkan roda perekonomian negara. Sementara hasil riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) yang dilakukan akhir 2019 ini menyebut bahwa perusahaan fintech lending diproyeksi berkontribusi Rp 100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2020.

Prediksi itu naik hampir 4 kali lipat dibanding tahun 2018, yang berada di angka Rp 25,97 triliun.

Cepatnya penetrasi pasar yang mampu dilakukan fintech lantas membuat para pelaku fintech semakin mantap untuk memperkuat ekspansi bisnisnya guna memberikan dampak lebih luas bagi sektor keuangan di Indonesia.



TERPOPULER